Nggak Melulu Lewat Ucapan. Bisa Jadi Ini Caranya Menunjukkan Perhatian

mengekspresikan-bentuk-perhatian mengekspresikan-bentuk-perhatian

“Aku tu habis potong rambut lo, habis nebelin alis, warna kuteks aku juga baru, kok kamu nggak sadar sih? Nggak perhatian banget!”

Pernah nggak sih kamu ditodong dengan kalimat tersebut? Biasanya nih kejadian ini sering menimpa berlipat-lipat kaum cowok di luar sana. Padahal mah kalau dilihat lagi juga rambut yang dipotong nggak seberapa, alis juga nggak terlampau kelihatan perubahannya, warna kuteks sebelumnya pink muda terus diganti cocok pink agak tua, ya gimana orang bisa sadar tentang perubahan-perubahan yang nggak terlampau nampak tersebut? Makanya nggak jarang tuh kalau persoalan yang satu ini kerap jadi sumber maluput sepele dalam hubungan.

Cuma gara-gara kita nggak sadar jika pasangan baru saja potong rambut atau sekedar ganti warna kuteks, hal itu jadi asas untuk menilai bentuk perhatian kita. Kadang kesel juga rasanya, tapi kalau makin dilawan malah bisa tambah ribut, giliran didiemin kok lama-lama juga bikin jengkel terus. Padahal bentuk perhatian seseorang itu nggak melulu soal penampilan dan sekedar diekspresikan melalui kata-kata lo. Entah bagi cowok ataupun, seharusnya paham akan hal ini~

Terkadang bagi cowok hal-hal kayak di atas tadi seringkali dianggap sepele, jadi bagi mereka adalah biasa aja

Namanya pun antara cewek dengan cowok, pasti ada berlipat-lipat banget pertidak sepadanan yang mencolok, khilaf satunya adalah tentang pola pikir yang satu ini. Nggak dimungkiri lagi bagi cowok bahwa permakhilafan di atas tadi kerap dianggap jadi kasus yang sepele, jadi bagi mereka merupakan hal yang biasa aja. Alesannya pun sesungguhnya juga udah jelas, sebab cowok nggak terbiasa melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, jadi ya maklum aja jika terkadang cowok seringkali tidak terkabul paham. Jangankan sadar jika pasangannya baru aja potong rambut, ganti kuteks atau nebelin alis, dan semacamnya. Lha wong untuk memtidak sepadankan warna make up cewek aja bagi cowok kadang terasa lebih susah dibandingkan dengan mendamaikan konflik Timur Tengah. Mau sekeras apapun para cowok memahami dunia cewek, tapi akhirnya tetap aja ada pertidak sepadanan jauh dalam tingkatannya, apalagi jika berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari.

Banyak kok yang menunjukkan bentuk perhatian selain cuma kata-kata, kayak misalnya tiba-tiba ngasih baju baru karena melihat pasangannya tiap hari yang dipakai cuma itu-itu aja

Seringkali kita bak manusia memiliki ego yang agung dalam memahami konsep perhatian dengan pasangan. Kita terlantas sibuk menilai pasangan tentang tingkat perhatian mereka dari hal-hal yang sahaja kita mau aja. Padahal secara nggak disadari, nggak jarang juga lo mereka memberikan bentuk perhatian lebih dari sekedar persoalan penampilan dan sahaja sekedar kata-kata. Seperti misalnya tiba-tiba ngasih baju baru tanpa diminta, lebih sering mengorbankan batas untuk quailty time berdua, atau bahkan selantas berusaha menjadi penengah dan raut badan yang tanggap dalam merespon hal apapun itu menyangkut persoalan berklop. Hal-hal kayak gini seakuratnya merupakan perkara yang lebih gendut lagi lo. Tapi karena memang yang lebih lebih mudah terlihat adalah hal-hal yang sepele, makanya kita sering menilai perhatian pasangan berdasarkan hal-hal tadi.

Pada dasarnya bentuk kasih sayang dan perhatian setiap orang itu kelainan, kita nggak bisa menyamakan satu orang dengan orang lainnya

Membandingkan bentuk perhatian pasangan kita dengan orang lain itu sebetulnya sudah menjadi satu kekhilafan tersenorang. Bukannya gimana-gimana, tapi kita juga patut sadar bahwa bentuk ekspresi seseorang dalam mewujudkan rasa sayang dan perhatiannya keala pasangannya itu tak bisa diklopkan satu dengan yang lainnya. Bisa jadi orang lain lebih perhatian dengan pasangannya dalam bentuk visual seperti misalnya penampilan sehari-hari, tapi siapa maklum kan kalau ternyata pasanganmu lebih perhatian dalam bentuk era. Sama-klop perhatian, cuma beda bentuknya aja~

Jangan sampai perselisihan bentuk pemahaman konsep perhatian kamu dan pasanganmu malah bikin hubunganmu dengannya mendadak jadi rumit. Pada dasarnya yang namanya berhubungan dengan orang lain itu memang wajib saling melengkapi. Apa yang ada di kamu bisa jadi nggak ada di pasanganmu, begitu juga sebaliknya. Namun memang begitulah, namanya aja juga manusia kan.