breaking news New

Kesenian Patingtung Perpaduan Pencak Silat Dan Tari

Setiap daerah pasti memiliki ciri khas kebudayaannya sendiri. Sama dengan halnya kesenian Patingtung. Patingtung adalah kesenian yang berasal dari Provinsi Banten. Nama Patingtung berasal dari bunyi yang dihasilkan oleh salah satu waditra menyerupai bunyi “Pa”, “Ting”, dan “Tung”. Waditra tersebut adalah kendang. Pa dari bunyi pak yang dihasilkan dari kendang kulanter. Ting suara yang dihasilkan dari kendang talipung, dan tung suara kendang yang besar.

Seni Patingtung merupakan jenis kesenian yang memadukan pencak silat dengan tarian. Adapun gerak dasar tarian dalam Seni Patingtung sangat didominasi oleh gerakan pencak silat sehingga seni ini dapat dikatakan identik dengan pencak silat. Akan halnya tarian dalam seni Patingtung bersifat atraktif karena gerakan-gerakannya menggambarkan ketangkasan, baik dalam hal menggunakan piring-piring dari beling maupun menggunakan belati yang ditikamkan di dada penari sendiri.

Seni Patingtung merupakan pertunjukan yang bersifat magis religius karena memadukan unsur agama dan kekuatan magis. Biasanya, pertunjukan Patingtung diawali dengan doa shalawat yang dilafalkan oleh para pendukung. Selanjutnya, ditampilkankan tari-tarian pria, karawitan dan ketangkasan para penari.

Pada awal pertunjukan ditampilkan tarian pembuka yang dilakukan oleh seorang penari. Tarian tersebut diiringi musik gambrung dan sederetan lagu instrumental, seperti “yem”, “Numpak Sado” dan “Uti-uti Uri”. Setelah tarian tunggal dilanjutkan dengan “tarian sambutan” yang dimainkan oleh dua orang penari. Pada tarian ini digambarkan tarian bela diri dengan gerakan-gerakan menunjukkan ketangkasan penari dalam berkelahi tanpa menggunakan senjata.

Pada akhir pertunjukan diisi tarian tunggal. Tarian tersebut sekaligus menjadi klimaks pertunjukan yang menampilkan ketangkasan yang lebih menegangkan, yaitu atraksi kekebalan tubuh oleh sayatan dan bacokan golok sendiri. Bagian pertunjukan ini biasanya ditambah dengan kesenian Debus yakni menampilkan atraksi mengupas kelapa dengan gigi, menggesek-gesek golok ke leher dan anggota tubuh lainnya, berguling-guling di atas landasan penuh paku, memakan bohlam, memasukkan bara api ke dalam mulut, menggoreng kerupuk di atas kepala dan mengeluarkan kelelawar dari mulut.

Penyebaran Seni Patingtung di Kabupaten Pandeglang tidak seluas di Kabupaten Serang. Di Pandeglang Seni Patingtung berkembang di Kecamatan Mandalawangi.