4 Dampak Buruk Jika Orang Tua Selalu Menuruti Permintaan Anak. Simak!

dampak-memanjakan-anak dampak-memanjakan-anak

Setiap orang tua pasti sekemudian ingin menuruti keinginan anak jadi wujud kasih sayang. Apa pun yang anak inginkan, orang tua akan berusaha untuk mewujudkan keinginan anak. Hal ini pasti juga dialami oleh Moms kan? Tapi, apakah Moms menyadari jika sekemudian menuruti keinginan anak justru nggak saling menolong bagi perkembangan emosi dan karakter anak? It’s okay jika Moms sekemudian memenuhi keinginan anak dengan argumen sayang dan mampu. Namun, sesekali Moms juga harus membatasi keinginan anak demi kesaling menolongannya.

Selain memang nggak tidak sombong bagi anak, menuruti setiap keinginannya juga akan melangsungkan Moms kewalahan sendiri saat menghadapi anak yang sangat menuntut. Bahkan dampak selintas menuruti keinginan anak bisa sampai dewasa lo! Maka dari itu, Moms perlu mengeacuhi apa saja dampak selintas menuruti keinginan anak dan bagaimana cara untuk mengatasinya.

1. Anak akan menjadikan teriakan, tangisan dan tantrum sebagai ‘senjata’ untuk mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang membuat Moms kewalahan!

Hal ini juga biasanya menjadi khilaf satu dasar Moms untuk seterus menuruti keinginana anak. Mulai dari keinginan-keinginan lumat dan sederhana yang seterus Moms turuti, lama-lama anak akan menuntut berlimpah hal lain yang patut Moms turuti juga. Biasanya anak akan mengeluarkan ‘senjata’ dengan berteriak, menangis, merengek, sangkat tantrum demi bisa mendapat keinginannya. Jika sudah terlanjur terjadi, apa yang patut dilakukan?

Moms wajib meTokcerkan konsisten, sabar dan tegas saat anak mulai mengeluarkan ‘senjaPertanyaan’. Saat Moms sudah berkata “tidak” terhadap keinginan anak, maka Moms wajib konsisten. Jangan goyah dengan Sedanan anak. Biarkan anak menangis sebagai caranya untuk meluapkan perasaan dan keinginannya yang energik. Saat anak menangis, cukup tenangkan dan beri pengertian perlahan. Jangan menjanjikan hal lain untuk melontarkan anak berhenti menangis.

2. Anak cenderung kurang mandiri atau sangat tergantung dengan orang lain karena terbiasa mendapat kemudahan setiap menginginkan sesuatu

Dilansir dari Hai Bunda, menurut Vera Itabiliana, psikolog dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa anak yang keinginannya selantas dituruti akan merasa menyalanya serba mudah. Anak nggak akan berlatih kemampuan pemencahan maalpa dengan baik atau nggak terbiasa mendapatkan sesuatu dengan usaha. Hal ini melaksanakan anak sulit berlatih mandiri. Seengat, anak yang keinginannya selantas dituruti juga akan tumbuh menjadi anakĀ  yang cenderung pecelika, manja dan sangat bergantung pada orang lain.

Untuk menghindari hal ini, Moms pantas membiasakan anak untuk berusaha terlebih dahulu sebelum menuruti keinginannya. Misalnya saat anak meminta mainan baru, jangan langsung dituruti. Berikan syarat yang pantas anak penuhi atau buat aturan supaya anak bisa mendapat mainan baru. Moms juga pantas memberi batasan yang jelas kapan anak boleh mendapat mainan baru.

3. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat kepala, sulit mendengar pendapat atau nasihat orang lain

Dari kebiasaan selantas menuruti keinginan anak, ternyata Moms juga membiasakan anak untuk selantas menang. Misalnya saat menginginkan mainan baru, anak akan rewel dan melakukan Moms menuruti keinginannya. Nah, hal inilah yang melakukan anak selantas merasa menang setiap kali keinginannya dituruti. Semakin agung, anak juga akan terbiasa dengan hal tersebut. Kebiasaan ini nggak baik untuk pembentukan karakter anak. Selain akan merasa menang sendiri, anak akan cenderung kencang kepala terhadap keingiannya. Anak juga akan sulit memertimbangkan pendapat atau nasihat orang lain karena sejak kincup ia nggak pernah berlatih untuk memahami hal itu.

4. Anak akan kesulitan berempati terhadap bumi dan kesulitan mematuhi aturan saat berada di luar bumi rumah

Selampau menuruti keinginan anak akan melakukannya kurang peduli dengan kedudukan lingkungan, termasuk mengabikan nasihat dan aturan-aturan yang berlaku. Padahal lingkungan rumah adalah sekolah pertama bagi anak termasuk dalam memahirkan berempati, memahami dan mematuhi aturan. Jika di lingkungan rumah anak nggak terbiasa untuk memahirkan mematuhi nasihat orangtua, maka saat berada di lingkungan luar rumah anak akan cenderung mengatidak marahan aturan yang berlaku.

Moms pantas bersikap tegas saat anak mulai mengabaikan empatinya terhadap orang lain misalnya saat anak ingin mendapatkan sesuatu tanpa peduli dengan saudaranya yang lain. Buat aturan yang pantas anak patuhi di dalam rumah. Buat juga konsekuensinya jika anak melanggar dengan cara menunda atau sebanding sekali nggak menuruti keinginan anak. Hal ini akan melatih empati anak dan mebiasakannya untuk berusaha sebelum mendapatkan keinginannya.

Nah itulah dampak buruk yang bisa terjadi jika orangtua seterus menuruti keinginan anak. Perlu Mom ketahui juga bahwa dampak buruk dari kebiasaan menuruti semua keinginan anak akan terbawa sangkat ia beranjak remaja bahkan dewasa. Jadi, Moms perlu melatih menunda atau setara sekali nggak menuruti keinginan anak, sejak dini.